Selamat datang , Selamat belajar

Sabtu, 19 November 2011

Protozoa

Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama.
Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.
Protozoa Merupakan filum hewan bersel satu dari Kingdom Protista. yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkanmaka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang pertama kali mempelajariprotozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek.
Ciri-ciri umum yang dimiliki Protozoa yaitu:
1. Organisme uniseluler (bersel tunggal)
2. Eukariotik (memiliki membran nukleus)
3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri  (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasite
6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella
Sistem organ
·         Sistem Pencernaan: Protozoa mengambil makanan dari air dan menyimpan makanan tersebut di dalam vakuola. Protozoa biasanya memakan alga yang kecil dan bakteri.
Sistem Pernapasan: Protozoa bernapas melalui seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Mereka mengambil oksigen melalui membran sel dan mengeluarkan karbondioksida melalui membran sel juga.
·         Sistem Sirkulasi: Air yang mengandung makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh Protozoa mengalir melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi.
·         Sistem Ekskresi: Zat sisa yang dihasilkan oleh Protozoa dikeluarkan melalui vakuola kontraktil (rongga berdenyut)
·         Sistem Reproduksi: Protozoa berkembang biak dengan cara membelah diri (binary or multiple fission). Protozoa merupakan hewan hermaprodit. Protozoa dapat berkembangbiak secara seksual (generatif) maupun aseksual(vegetatif).
Secara seksual, protozoa melakukan pembelahan dengan cara Singami dan Konjigasi. Singami yaitu persatuan dua gamet yang sama atau berbeda ukuran, sedangkan Konjugasi yaitu pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi pada kedua individu yang bertukar inti. Perkembangbiakan aseksual protozoa dapat berupa Pembelahan biner, (protozoa membelah menjadi 2 individu), Pembelahan multipel (pembelahan dengan cara beberapa inti terbelah lebih dahulu, kemudian terjadi pembelahan sitoplasma menjadi beberapa individu), Schizogoni (beberapa sel anak dibentuk dari sel induk), dan Tunas (bagian tubuh induk terpotong kemudian berdifferensiasi menjadi individu sempurna).
Sedangkan secara aseksual vegetative dengan cara :
1. pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).
2. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.
·         Sistem Saraf: Sistem saraf Protozoa tidak berkembang dengan baik. Mereka tidak mempunyai otak.
Klasifikasi
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya.
Rhizopoda atau sarcodina
Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Rhizopoda yang terbungkus oleh cangkang misalnya foraminifero dan arcella.
·         Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.
·         Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme atau parasit, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.
1. Struktur Tubuh Amoeba
Amoeba (a = tidak, morf = bentuk) tidak mempunyai bentuk yang tetap. Bentuk selnya dapat berubah-ubah.
Pada bagian luar terdapat membran sel atau disebut pula membran plasma, yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, pengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi, pertukaran gas, alat pergerakan yaitu dengan membentuk pseudopoda serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya. Di sebelah dalam terdapat sitoplasma, yang dapat dibedakan menjadi ektoplasma yaitu sitoplasma bagian luar dan endoplasma yaitu sitoplasma bagian dalam. Ektoplasma bersifat lebih kental (gel), sedangkan endoplasma bersifat lebih encer (sol). Ditengah sel terdapat inti atau nukleus.
2. Cara Amoeba Bergerak, Menangkap, dan Mencerna Makanan
Pada permukaan sel Amoeba dapat terbentuk pseudopoda, yakni penjuluran ke arah luar dari membran plasma. Membran plasma menjulur ke luar karena tekanan dari endoplasma di dalamnya. Jika ada makanan, (bakteri atau bahan organik) pseudopodanya dijulurkan dan Amoeba bergerak ke arah makanan tersebut. Sesampai di dekat makanan, pseudopoda mengelilinginya. Selanjutnya makanan masuk ke dalam tubuh Amoeba melalui permukaan membran plasma. Caranya, permukaan membran plasma yang mengelilingi Amoeba bersatu, hingga terbentuk rongga makanan yang disebut vakuola makanan. Vakuola makanan beredar di dalam sitoplasma. Makanan yang ada di dalamnya dicerna, sari-sari makanan dimasukkan ke dalam sitoplasma, sedangkan sisa-sisa makanan berbentuk padat tetap berada di dalam vakuola. Vakuola berisi sisa makanan padat tadi menepi, kemudian membran plasma “pecah” hingga sisa makanan tersebut dapat dikeluarkan.
Amoeba mengeluarkan sisa makanan yang berbentuk cair dengan cara mengembang dan mengempiskan vacuola kontraktil guna memompa sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membran sel.
3. Reproduksi Amoeba
Amoeba berkembang biak dengan melakukan pembelahan langsung (pembelahan biner) yaitu pembelahan yang tidak melalui tahap-tahap pembelahan mitosis. Mula-mula inti sel Amoeba membelah menjadi dua, yang segera diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Di antara kedua nukleus yang terbentuk itu terjadi pelekukan membran plasma ke arah dalam sehingga membran plasma menggenting, kemudian terputus. Maka terpisahlah Amoeba menjadi dua sel anak. Jadi sel Amoeba dapat membelah dari satu sel menjadi dua sel, menjadi empat sel, delapan sel, dan seterusnya hingga menjadi banyak.
4. Amoeba Parasit
Selain hidup di alam bebas ada beberapa jenis Amoeba yang hidup sebagai parasit antara lain :
a. Entamoeba histolytica
Amoeba ini hidup parasit di usus manusia. Masuk ke dalam usus melalui makanan misalnya makanan yang dihinggapi lalat, tidak ditutup, atau makanan yang kurang higienis. Orang yang terserang akan menderita diare.
Penyakit ini banyak diderita oleh penduduk yang kondisi lingkungannya kurang sehat.
b. Entamoeba ginggivalis
Amoeba ini hidup di gigi dan gusi yang kotor. Diduga, hewan ini merupakan salah satu penyebab penyakit radang pada gusi.
Contoh lain Rhizopoda :
1. Arcella, hidup bebas di air tawar. Tubuhnya terlindung oleh kulit yang tersusun dari zat kersik. Kulit bagian atas berbentuk kubah. Sedangkan, kulit bagian bawah berbentuk cekung dan mempunyai lubang-lubang tempat keluarnya pseudopodium.
2. Diflugia, hidup bebas di air tawar. Tubuhnya mengeluarkan lendir yang dapat melekatkan pasir.
3. Foraminifera, hewan ini mempunyai pelindung tubuh yang mengandung zat kersik atau zat kapur. Semua jenis foraminifera hidup di laut. Apabila foraminifera mati, kulitnya akan membentuk endapan zat kersik dan zat kapur di dasar laut. Salah satu jenis tanah endapan kulit foraminifera yang penting adalah tanah globigerina. Tanah atau fosil globigerina ini merupakan petunjuk adanya tambang minyak bumi.
4. Radiolaria Merupakan organisme laut bertubuh bulat seperti bola dan memilki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut dengan Lumpur radiolaria yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genusnya : Achantometro dan Collosphaera.
Flagellata (Mastigophora)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi dua yaitu:
  • Flagellata autotrofik (berkloroplas) , dapat berfotosintesis. Contohnya Euglena viridis, Noctiluca mliliaris, volvox globator.
  • Flagellata heterotrofik (tidak berkloroplas), tidak dapt berfotosintesis. Contohnya Trypanosoma gambiense, Leishmania. Sebagian besar hidup bebas dan ada pula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati.
Flagellata juga dibagi menjadi dua yaitu : Fitoflagellata dan zooflagellata.
1.   Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencerna makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernanya di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencerna organisme yang sudah mati (saprofit). Habitat fitoflagellata di perairan bersih dan perairan kotor. Fitoflagellata bergerak dengan menggunakan flagella.
Fitoflagellata mempunyai
a. struktur tubuh
Tubuhnya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.
b. Reproduksi
Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.
c. Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 kelas:
1.   Euglenoida : Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel. Contohnya yang terdapat pada Euglena viridis.
Euglena viridis mempunyai ciri-ciri :
·         Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron
·         Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk
·         Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang.
·         Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis
·      Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna.
2. Dinoflagellata : contohnya terdapat pada Noctiluca milliaris, yang mempunyai ciri-ciri :
·         Memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek
·         Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu
·         Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
3. Volvocida yang mempunyai ciri-ciri mempunyai ciri-ciri :
·         bentuk tubuh umumnya bulat
·         koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella
·         Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2.      Zooflagellata
Adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Mempunyai :
a.    Struktur tubuh
Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran iar dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.
b.Reproduksi
Dilakukan secara aseksual dengan membelah biner secara longitudinal , sedangkan reproduksi seksual belum diketahui.
Contohnya adalah:
1.      Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis – jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a. Trypanosome lewisi hidup pada tikus , hospes perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya adalah lalat tse – tse.
c. Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia manusia.
d.Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
2. Leishmania
merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis Leismania adalah :
a.   Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore, terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Amerika selatan.
c.   Leishmania brasiliensis, juga penyebab penyakit kulit dimeksiko dan amerika tengah selatan.
Ciliata
Ciliata adalah protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar atau silia, yang banyak jumlahnya. Jika rambut getar ini bergetar, sel dapat melunucr bergerak di dalam medium air.
Ciliata memiliki bentuk tubuh yang tetap, tidak berubah-ubah. Bentuk umumnya oval. Hidupnya di tempat-tempat yang berair (di sawah, rawa, tanah becek, yang banyak mengandung bahan organik) dan ada pula yang hidup parasit. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramesium caudatum, sedangkan yang hidup parasit di dalam usus kecoa adalah Nyctoterus ovalis.
1. Paramecium caudatum
Paramecium caudatum disebut pula sebagai hewan sandal, karena bentuk selnya menyerupai telapak kaki. Pada permukaan sel yang melekuk terdapat mulut sel atau sitostom, (cyto = sel, stoma = mulut). Di bagian luar sel terdapat pelikel, yang menyelubungi sel. Di sebelah dalam membran sel terdapat sitoplasma dan inti. Hewan ini mempunyai dua macam inti yaitu inti kecil atau mikronukleus dan inti besar atau makronukleus. Selain itu terdapat pula vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan dan vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan cair.
a) Cara Paramecium bergerak, makan, dan mencerna makanan
Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya. Dengan getaran silianya, hewan ini dapat maju, mundur, membelok, berguling atau berhenti.
Mulut sel berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam sel. Jika rambut getar di sekitar mulut sel digetarkan, maka terjadi aliran air keluar masuk mulut sel. Bersamaan dengan aliran air, terbawa bakteri, sisa bahan organik, atau hewan monoseluler yang lain, dan terkumpul di dalam mulut sel.
Makanan yang terkumpul di mulut sel kemudian dimasukkan ke dalam kerongkongan sel atau sitofaring. Dari kerongkongan sel, makanan masuk ke dalam vakuola makanan. Vakuola makanan dapat beredar ke seluruh tubuh. Sambil beredar makanan dicerna. Sari makanan masuk ke dalam sitoplasma, sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui membran selnya (tidak memiliki anus). Sedangkan sisa manakan berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. Hewan ini mempunyai dua vakuola berdenyut, masing-masing terletak di ujung selnya.
b) Reproduksi Paramecium
• Aseksual
Paramecium caudatum berkembang biak dengan membelah diri yaitu dengan pembelahan biner. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus, diikuti pembelahan makronukleus. Setelah itu terjadi penggentingan membran plasma dan akhirnya terbentuklah dua sel anak. Masing-masing sel anak identik, mempunyai dua nukleus, sitoplasma dan alat sel lainnya.
• Seksual
Hewan ini tidak berjenis kelamin, jadi tidak dapat dibedakan mana yang jantan dan betina. Dua sel saling mendekat, saling menempel pada bagian mulut sel, untuk kawin (konjugasi). Antara keduanya terbentuk saluran konjugasi. Melalui saluran ini terjadi tukar menukar inti. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikian pula sebaliknya.
2. Nyctoterus ovalis
Hewan bersel satu ini hidup di dalam usus kecoa. Hewan ini berbentuk oval, dapat bergerak karena di seluruh permukaan tubuhnya terdapat silia. Bentuknya mirip Paramecium.
3. Contoh-contoh Ciliata lain
Contoh-contoh Ciliata yang hidup di air tawar adalah :
• Stentor hidup di sawah-sawah atau air menggenang yang banyak mengandung bahan organik. Hewan ini bentuknya seperti terompet, bagian mulutnya dikelilingi oleh silia, dan bagian tangkainya melekat pada dasar.
• Didinium merupakan pemangsa Paramecium. Hidup di perairan yang banyak mengandung Protozoa.
• Vorticella memiliki bentuk seperti lonceng, tangkai memanjang yang diletakkan pada dasar. Silia terdapat di sekeliling mulut sel.
• Stylonichia mirip dengan Paramecium. Silianya berkelompok disebut sirus, yang bentuknya seperti duri-duri. Hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik.
Sporozoa
Semua anggota dari Sporozoa ini bersifat endoparasit. Tubuhnya berbentuk bulat atau bulat panjang dan Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (Sporozoid) sebagai cara perkembangbiakannya. Makanannya langsung diperoleh dari inang tempat hidupnya. Hidup parasit pada tubuh manusia ataupun dapat juga parasit pada hewan. Sporozoid memiliki organel-organel komplek pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Merupakan golongan protista yang menyerupai jamur, karena sporotozoa dapat membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus, sehingga geraknya mengubah – ubah kedudukan tubuh, sporozoa hidup sebagai parasit. Respirasi dan eksresi terjadi secara difusi.
1.      Plasmodium vivax : Penyebab penyakit malaria tertiana, dengan gejala demam (masa sporulasi) ,selang waktu 48 jam

2.      Plasmodium malariae : Penyebab penyakit malaria quartana , dengan gejala demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam
3.      Plasmodium falciparum : Penyebab penyakit malaria tropika, dengan gejala demam (masa sporulasi) , yang tidak teratur. Bisa 1- 3 X 24 jam.

4.      Plasmodium ovale : Penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.
Struktur tubuh Sporozoa
a. Tubuhnya berbentuk bulat panjang,
b. Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm.
c. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang – kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.
b. Reproduksi
Reproduksi secara aseksual dengan spizogoni, yaitu pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora yang terjadi pada inang sementara (hospes intermediet).
Produksi secara seksual melalui persatuan gamet (mikro gamet = gamet jantan dan makro gamet = gamet betina) yang berlangsung did dalam tubuh nyamuk.
Contohnya adalah Plasmodium.
Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh Charles Laverans dan Grasy, dengan siklus sebagai berikut :
·               Bila seekor nyamuk anopheles menghisap darah , maka dikeluarkanlah zat anti pembekuan darah agar darah korban tidak membeku . zat ini disebut dengan anti kougulan. Bersamaan dengan zat anti kogulan maka keluarlah sporozoit –zporozoit dari mulut nyamuk dan masuk melalui luka gigitan di tubuh korban.
·               Setelah tiga harisporozoit keluar dari inti, kemudian menyerang sel-sel darah merah dan memasukinya. Fase ini disebut fase eritrositer.
·            Sporozoit di dalam sel darah merah disebut tropozoit. Setelah sel-sel darah merah pecah, merezoit keluar dan mencari sel-sel darah merah yang baru . kejadian ini berulang beberapa kali. Bersama dengan pecahnya sel-sel darah merah itu, penderita merasa demam (panas).
·               Setelah beberapa waktu mengalami skizogami, beberapa merezoit berubah menjadi gametogenesit yaitu persiapan untuk menjadi gamet jantan dan betina.
-      Jika saat itu sel darah manusia ini dihisap oleh nyamuk anopheles betina, maka di dalam tubuh nyamuk , gametosit akan berubah menjadi gamet jantan dan betina, dua gamet ini kemudia melebur menjadi satu membentuk zigot. Zigot ini akan menjadi ookinet, dan pengisap makanan dari nyamuk.
·          Ookinet berubah menjadi bulat disebut oosita. Menghasilkan beribu-ribu sporozoit dengan cara sporozoit. Dari tahapan inilah kemudian sporozoit akan sampai pada kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan .
Anggota Sporozoa semuanya parasit. Sporozoa tidak memiliki alat gerak seperti protozoa yang lain. Sifat yang membedakannya adalah, pada tahap zigot mampu bereproduksi membentuk spora. Dalam hidupnya Plasmodium mengalami dua fase siklus hidup yang masing-masing berada di dua organisme yang berbeda. Fase tersebut adalah fase sporogoni dan fase skizogoni.
Fase Sporogoni
Yaitu fase pembentukan spora. Jika sporozoit Plasmodium dari tubuh nyamuk masuk ke dalam tubuh manusia, maka di dalam jaringan penderita, sporozoit akan tumbuh menjadi kriptozoit. Selanjutnya kriptozoit masuk ke pembuluh darah dan menyerang eritrosit (sel darah merah). Pada tahap ini parasit disebut tahap merozoit. Inti sel parasit membelah berkali-kali disebut sebagai pembelahan skizogoni. Hasilnya adalah sel-sel merozoit. Sel merozoit dapat menginfeksi eritrosit baru. Demikianlah seterusnya. Lama putaran daur hidup adalah 48 jam (P. vivax dan P. falciparum).
Fase Skizogoni
Yaitu fase pembentukan gamet. Dari sel-sel merozoit yang dihasilkan terdapat sel-sel gamet atau gametosit (gamet = sel kelamin, cytos = sel). Ada dua macam gametosit yaitu gametosit jantan yang disebut mikrogametosit dan gametosit betina yang disebut makrogametosit. Jadi, di dalam tubuh penderita dapat terbentuk dua macam gamet yaitu mikrogametosit dan makrogametosit. Kedua sel gamet ini tidak dapat melakukan perkawinan di dalam tubuh manusia. Perkawinan hanya terjadi di tubuh nyamuk Anopheles betina.
Jika penderita digigit nyamuk, maka gametosit akan terbawa ke dalam usus nyamuk Anopheles. Sekarang gametosit dapat melakukan perkawinan di usus nyamuk. Terjadilah peleburan antara mikrogametosit dengan makrogametosit, menghasilkan satu sel zigot. Zigot yang terbentuk disebut ookinet. Ookinet menerobos dinding usus nyamuk dan mengalami proses pembentukan spora. Ookinet pecah menghasilkan sel-sel sporozoit yang bergerak menuju ke kelenjar air liur nyamuk. jika nyamuk menggigit manusia air liur dikeluarkan untuk mencegah pembekuan darah. Bersamaan dengan itu terbawa juga sel-sel sprozoit. Sel-sel sporozoit ini masuk ke dalam darah manusia. Sel-sel ini mencari mangsa sel-sel eritrosit, demikian seterusnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar